Pengalaman Kurang Membanggakan

Pengalaman ini terjadi pada tahun 2019, pada saat saya dipercaya memimpin proyek coiled tubing untuk perusahaan multinational minyak Itali, ENI. Tepatnya 2 tahun sebelum proyek coiled tubing untuk BP dimulai.Seperti halnya proyek lainnya, proyek ini dimulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi. Namun baru 3 bulan proyek berjalan saya dipanggil oleh atasan untuk memberitahukan bahwa pihak ENI mengeluh tentang performa kerja saya terutama mengenai kemampuan komunikasi yang efektif dalam bahasa Inggris. Menurut pihak ENI saya tidak mampu mengakomodir keinginan mereka sehingga timbul kekhawatiran bahwa proyek mereka tidak akan berjalan dengan baik dan mereka ingin mengganti saya sebagai project manager. Setelah menyampaikan ini, atasan menyampaikan bahwa dia sangat percaya dengan kemampuan teknik yang saya milliki namun untuk berkomunikasi dengan pihak ENI,  saya akan didampingi oleh beliau. Hal ini, merupakan suatu pukulan telak sehingga membuat percaya diri  turun drastis. Namun kepentingan perusahaan merupakan yang utama sehingga saya rela bekerja hanya dibalik layar hingga akhirnya proyek ini berhasil dieksekusi dengan baik. Secara tim dan teknis proyek ini berhasil dilakukan dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tetapi bagi saya pribadi pengalaman ini merupakan kegagalan. Kegagalan saya untuk keluar dari zona nyaman, kegagalan keluar dari tempurung introvert yang tidak nyaman berhadapan dengan orang. Saya sadari ketidakmampuan berkomunikasi dengan efektif dalam bahasa Inggris ini akan menjadi batu sandungan dalam perjalanan karir saya. Oleh karena itu, pengalaman ini saya jadikan cambuk untuk terus memperbaiki diri sehingga bisa keluar dari zona nyaman. Saya mendapat kesempatan emas untuk mengatasi kekurangan ini, ketika ditunjuk untuk membantu Halliburton Vietnam mengerjakan proyek selama 6 bulan disana. Bekerja dengan  tim yang berasal dari berbagai macam latar belakang, negara, budaya dan agama mendorong dan melatih saya untuk dapat berkomunikasi efektf terutama dalam bahasa Inggris.

Leave a comment

About Me

Winnie Tandri Alia is a passionate and multifaceted woman who enjoys blending her introverted, nerdy side with her love for sports, fashion and elegant things. She’s always eager to learn and grow, bringing dedication to her work in the energy sector. In her free time, she finds joy in simple, calm travels and trying new experience, all while staying grounded and true to herself.